Alat Ukur TMAT (Tinggi Muka Air Tanah)

Air tanah adalah segala bentuk aliran air hujan yang mengalir di bawah permukaan tanah dan menempati rongga-rongga pada lapisan geologi.
Sumber: Pexels

Pengertian Air Tanah

Air tanah menjadi jenis sumber daya air yang dibutuhkan untuk banyak aktivitas. Keberadaan air tanah telah dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas domestik hingga aktivitas industri. Tingginya permintaan atau pemanfaatan air tanah tersebut membutuhkan pemahaman yang baik dalam pengelolaannya.

Air tanah (groundwater) adalah air yang menempati rongga-rongga pada lapisan geologi dan dengan jumlah yang cukup (identik dengan akuifer). Definisi lain dari air tanah yaitu segala bentuk aliran air hujan yang mengalir di bawah permukaan tanah sebagai akibat gravitasi bumi, struktur geologi, dan beda potensi kelembaban tanah.

Sebagai salah satu jenis potensi sumber daya air, salah satu metode pemanfaatan air tanah adalah dengan pembuatan sumur bor hingga kedalaman puluhan meter di bawah permukaan tanah.

Klasifikasi Sumber Daya Air

Potensi sumber daya air adalah syarat mutlak untuk menjamin kelangsungan hidup dari berbagai makhluk hidup di bumi. Hampir tak terkecuali, baik hewan, tumbuhan, dan manusia membutuhkan sumber daya air untuk banyak hal. Selain menjadi sumber pangan, dalam aktivitas domestik yang sehari-hari kita lakukan seperti mandi, mencuci, hingga sanitasi membutuhkan air bersih.

Jika ditelisik lebih jauh terdapat beberapa jenis sumber daya air yang ada di sekitar kita. Setidaknya sumber daya air dapat kita bagi menjadi:

1. Air Permukaan

Air permukaan adalah jenis sumber daya air yang berasal dari saluran air terbuka. Sebagai contoh dari air permukaan ini di antaranya adalah sungai, danau, dan waduk. Air permukaan menjadi jenis sumber daya air yang mudah untuk diakses serta dimanfaatkan untuk irigasi, transportasi, hingga budidaya ikan.

2. Air Tanah

Air tanah yaitu segala bentuk aliran air hujan yang mengalir di bawah permukaan tanah sebagai akibat gravitasi bumi, struktur geologi, dan beda potensi kelembaban tanah. Lokasi keberadaannya yang tersimpan di dan terlindungi, air tanah cenderung bersih dan aman digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

3. Mata Air

Mata air adalah air tanah yang keluar dari dalam tanah melalui celah batuan atau tanah secara alami. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh adanya tekanan hidrostatik. Daerah pegunungan atau lereng bukit menjadi titik bagi keberadaan mata air dengan kualitas air yang jernih.

4. Air Laut

Air laut adalah air asin yang berada di lautan lepas. Air laut juga mencakup 97% seluruh air yang ada di bumi. Untuk dapat aman dikonsumsi, air laut harus melalui proses desalinasi. 

Jenis Air Tanah

Air tanah terbagi ke dalam beberapa jenis yang ditentukan oleh faktor kedudukan serta letak sumber air. Dengan pembagian jenis air tanah berdasarkan kedua faktor tersebut kemudian terdapat beberapa perbedaan. Baik dari segi perbedaan kandungan di dalam air tanah hingga bagaimana proses terbentuknya.

Air tanah berdasarkan letak sumbernya terbagi ke dalam:

1. Air Tanah Freatik

Air tanah adalah jenis air tanah yang berada di lapisan dangkal. Jenis air tanah ini berada di atas lapisan tanah yang kedap air namun tidak terlalu jauh dengan permukaan tanah. Karakteristik dari jenis air tanah ini salah satunya adalah berpotensi mengandung zat kimia. Air tanah freatik memiliki sifat kimia dengan kualitas air yang dihasilkan memiliki potensi kandungan mangan dan zat besi yang tinggi.

2. Air Tanah Artesis

Air tanah artesis adalah air tanah yang letak sumbernya berada di antara lapisan akuifer dan lapisan batuan kedap air. Ciri dari jenis air tanah ini adalah berada jauh di dalam lapisan tanah.

3. Air Tanah Meteorit

Air tanah meteorit terbentuk dari hujan yang mengalami kondensasi bercampur dengan debu meteorit.

4. Air Tanah Baru

Air tanah baru terbentuk dari proses intrusi magma yang berada di kedalaman bumi. Selain itu jenis air tanah ini juga memiliki istilah penyebutan lain seperti juvenil atau air tanah magma.

5. Air Konat

Air konat adalah jenis air tanah yang sudah menjadi bagian pada sistem hidrosfer serta telah melalui proses penyaringan.

Sedangkan pembagian jenis kedudukannya, air tanah dibagi menjadi:

1. Air Tanah Dangkal

Air tanah dangkal adalah akuifer atas dan jenis ini juga kerap disebut pula dengan istilah air tanah bebas. Akuifer adalah lapisan yang terdapat di bawah tanah yang mengandung dan dapat mengalirkan air. Air tanah dangkal berada di lapisan batuan atau tanah. Pada bagian bawahnya dibatasi oleh lapisan kedap air dan bagian atasnya adalah lapisan tak kedap air.

2. Air Tanah Dalam

Terletak di antara dua lapisan batuan yang kedap, air tanah dalam berada jauh di bawah permukaan tanah dengan kedalaman mencapai ratusan meter. Untuk dapat memanfaatkan jenis air tanah ini membutuhkan penggunaan pompa air dengan kekuatan yang besar.

Pengendalian dan Pemantauan Air Tanah

Keberadaan air tanah dan pemanfaatannya untuk banyak sektor maupun aktivitas memang tidak dapat dihindarkan. Meskipun melalui siklus hidrologi sumber daya air dapat diperbarui, namun pengendalian dan pengelolaan air tanah dengan tepat sangat diperlukan.

Air tanah dapat dipengaruhi oleh bagaimana tata kelola air seperti pembuatan saluran drainase atau irigasi hingga curah hujan. Informasi akurat mengenai kondisi tinggi muka air tanah tidak hanya bermanfaat untuk upaya konservasi namun juga menjadi solusi untuk mitigasi terhadap potensi degradasi air tanah.

Alat Ukur Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) adalah inovasi yang hadir guna mendukung pengendalian dan pemantauan tinggi muka air tanah dengan akurat. Implementasi alat ini berperan untuk memudahkan analisis tinggi muka air tanah melalui sistem pengoperasian otomatis dan real-time.

Sumber:

https://tirto.id/apa-saja-macam-macam-air-tanah-dan-sumbernya-gTZ2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *