Alat Ukur TMAT (Tinggi Muka Air Tanah)

karhutla
sumber: environment-indonesia.com

Kebakaran hutan di indonesia pada saat ini dapat dipandang sebagai peristiwa bencana regional dan global. Hal ini disebabkan karena dampak dari kebakaran hutan. Menjalar ke negara-negara tetangga dan gas-gas hasil pembakaran yang diemisikan ke atsmosfer berpotensi menimbulkan pemanasan global.

Kebakaran di indonesia tidak hanya di lahan kering tetapi juga dilahan basah seperti di lahan/hutan gambut, tertama pada musim kemarau, dimana lahan basah tersebut mengalami kekeringan. Pembukaan lahan gambut bersekala besar dengan membuat saluran/parit telah menambah resiko terjadinya kebakaran disaat musim kemarau. Pembuatan saluran/parit telah menyebabkan hilangnya air tanah dalam gambut sehingga gambut mengalami kekeringan di musim kemarau dan mudah terbakar. Terjadinya kering tak balik dan gambut berubah sifat seperti arang menyebabkan gambut tidak mampu menyerap hara dan menahan air]

Pengertian Kebakaran Lahan

Kebakaran lahan atau karhutla adalah suatu peristiwa terbakarnya hutan dan/atau lahan, baik secara alami maupun oleh perbuatan manusia, sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang menimbukan kerugian ekologi, ekonomi, sosial budaya dan politik.

Kebakaran lahan gambut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Api yang terlihat di permukaan belum tentu menandakan kebakaran telah benar-benar padam. Bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali menyala ketika kondisi kembali kering.

Penyebab Kebakaran Lahan Hutan dan Lahan Gambut

Kebakaran hutan tropika terbesar yang terjadi pada tahun 1982/1983 berlangsungnya di Kalimantan Timur. Kebakaran tersebut membakar kawasan hutan kurang lebih 3,6 juta ha dengan hutan/lahan rawa gambut yang terbakar seluas 550.000 ha (KLH-UNDP, 1998). Tidak hanya terjadi di Kaltim, tapi juga di tempat-tempat lain di Kalimantan maupun Sumatera, terutama yang bergambut. Kebakaran tersebut terjadi pada musim kemarau secara berulang dari tahun ke tahun bagaikan penyakit menahun yang sulit disembuhkan. Terutama pada tahun 1982, 1991, 1994, 1997/1998 dan tahun 2002.

Kondisi Iklim

Kondisi iklim terutama pada periode dimana curah hujannya rendah merupakan salah satu pendorong terjadinya kebakaran. Kerawanan terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut tertinggi terjadi pada musim kemarau dimana curah hujan sangat rendah dan intensitas panas matahari tinggi.

Kondisi Fisik

Kondisi fisik lahan dan hutan yang telah terdegradasi merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya kebakaran. Terdegradasinya hutan dan lahan gambut dapat disebabkan oleh aktivitas illegal logging, konversi lahan dan hutan gambut untuk pemukiman, persawahan, perkebunan dan pertambangan.

Kenapa Kebakaran Lahan Gambut Sulit di Padamkan?

1. Gambut Menyimpan Biomassa Selama Puluhan Tahun

Lahan gambut tersusun dari biomassa yang telah membusuk selama puluhan tahun. Material tersebut tetap bertahan karena memiliki kandungan air. Ketika musim kemarau panjang terjadi, kandungan air di dalam gambut semakin berkurang. Kondisi ini membuat gambut menjadi lebih mudah terbakar.

2. Api Bisa Bertahan di Bawah Tanah

Salah satu persoalan utama kebakaran gambut adalah api tidak hanya membakar permukaan. Bara dapat bertahan di dalam lapisan gambut dan sulit terlihat dari luar. Karena itu, pemadaman tidak cukup dilakukan hanya pada api yang terlihat. Petugas harus melakukan pembasahan hingga ke bagian bawah permukaan untuk memastikan bara benar-benar mati.

3. Bara Bisa Kembali Menyala Berhari-hari Kemudian

Api di lahan gambut dapat kembali muncul setelah sebelumnya terlihat padam. Kondisi kering dan angin dapat memicu bara yang masih tersisa untuk kembali menyala. Selama tidak ada hujan yang cukup, peluang bara kembali aktif tetap ada.

4. Kemarau Panjang Membuat Pemadaman Makin Sulit

Faktor utama yang membuat gambut tetap basah dan tidak terbakar adalah ketersediaan air. Namun, di musim kemarau panjang, tinggi muka air tanah turun drastis. Tanpa air yang cukup untuk membasahi seluruh lapisan gambut, bara di bawah tanah akan terus merambat.

sumber:

https://www.metrotvnews.com/play/NnjCWzoJ-mengapa-kebakaran-lahan-gambut-sulit-padam-ini-penjelasan-pakar-ipb

books.google.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *