Alat Ukur TMAT (Tinggi Muka Air Tanah)

Lahan Gmabut
sumber: pantaugambut.id

Negara Indonesia yang berada pada letak astronomis dan zona kathulistiwa dan jugamemiliki banyak sekali jenis-jenis hutan seperti hutan hujan tropis, serta subur tanahnya,membuat lahan pertanian semakin banyak dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan hidupsehari-hari.

Karakter lahan basah yang lebih identik dengan air seperti daerah rawa, payau dan lahan gambut, sedangkan lahan kering memiliki ketersediaan air yang sangat minim. Lahan kering dapat digunakan untuk tanaman semusim namun akan memerlukansyarat tumbuh lebih tinggi dibanding untuk budidaya tanaman tahunan. Kendala lain terletak pada kesuburan tanah yang rendah, kemasaman tinggi, dan kekurangan air irigasi.

Pengertian Lahan Gambut Sebagai Ekosistem Lahan Basah

Lahan gambut adalah lahan basah dengan lapisan tanah berair yang terdiri dari bahan tanaman mati dan membusuk. Yang Termasuk kedalamnya adalah moor, bog, mires, hutan rawa gambut dan permafrost tundra. Luas gambut secara keseluruhan mencapai setengah dari luas lahan basah di dunia, dan menutupi 3% dari total  luas permukaan bumi . Semua lahan dapat dijumpai di berbagai belahan dunia.

Karakteristik Lahan Gambut

Pertanian diIndonesia memiliki 2 jenis lahan yaitu lahan kering dan lahan basah, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Karakter lahan basah yang lebih identik dengan air seperti daerah rawa, payau dan lahan gambut, sedangkan lahan kering memiliki ketersediaan air yang sangat minim. Lahan kering dapat digunakan untuk tanaman semusim namun akan memerlukansyarat tumbuh lebih tinggi dibanding untuk budidaya tanaman tahunan. Kendala lain terletak pada kesuburan tanah yang rendah, kemasaman tinggi, dan kekurangan air irigasi.

Karakteristik Lahan Gambut Saat Basah

Lahan basah adalah salah satu istilah ekosistem yang dibentuk oleh dominasi air, dan karakteristik serta prosesnya dikendalikan oleh air. Ini berarti lahan basah memiliki kadar air yang tinggi, bahkan tergenang air sepanjang waktu.

Karakteristik Lahan Gambut Saat Kering

Lahan yang memiliki kandungan air rendah, bahkan ekstrimnya tidak memiliki sumber air yg pasti. Lahan kering adalah tanah yang cenderung kering dan tidak memiliki sumber air yang pasti, seperti sungai, danau, atau saluran irigasi.

Dampak Penurunan Muka Air Tanah

Kerentanan Kebakaran Lahan (Karhutla)

Kebakaran gambut dapat berakibat langsung dan tidak langsung atas lingkungan. Besarnya kerugian akibat kerusakan fungsi ekosistem gambut tersebut, maka harus dilakukan upaya-upaya rehabilitasi dan pemulihan fungsi ekosistem gambut sampai pada kondisi alaminya. Upaya pemulihan fungsi ekosistem gambut bisa dilakukan melalui restorasi ekosistem gambut dan rehabilitasi ekosistem gambut.

Kerusakan Cadangan Air Baku

Tanah yang kering mulai terurai, melepaskan karbon, lalu memadat dan ambles. pada tahun-tahun awal drainase tanah bisa turun 1–2 meter, dan terus menurun 3–5 sentimeter setiap tahun sesudahnya.  tanda spons yang rusak dan air tak lagi tersimpan di dalam tanah, kerusakan gambut dan drainase kanal memperbesar risiko kebakaran.

Pelepasan Emisi Karbon

Gambut mengandung dua kali lebih banyak karbon dari hutan yang ada di seluruh dunia. Ketika terganggu atau dikeringkan, lahan gambut dapat menjadi sumber utama emisi gas rumah kaca.

Alat UKur TMAT Untuk Mengatasi Masalah Penurunan Muka Air Tanah

Alat Ukur TInggi Muka Air Tanah (TMAT) adalah perangkat yang berfungi untuk menunjang kebutuhan pemantauan air tanah secara otomatis dan real-time. Dikembangkan menggunakan teknologi internet of things (IoT) perangkat ini dilengkapi dengan beberapa komponen sensor yang terdiri atas rainfall sensor, soil moisture sensor, dan water level submersible sensor.

sumber:

https://tmat.co.id/alat-ukur-tinggi-muka-air-tanah

https://upa.llb.ulm.ac.id/mengenal-lahan-gambut

https://online-journal.unja.ac.id/Agroecotania/article/view/20439/14138

https://id.scribd.com/document/606442313/LAHAN-BASAH-DAN-LAHAN-KERING

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *