Alat Ukur TMAT (Tinggi Muka Air Tanah)

Alat ukur tinggi muka air tanah
Sumber: Mertani

Sumber daya air merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan dari semua makhluk hidup di bumi. Selain yang berada di permukaan, keberadaan air tanah juga membutuhkan pemantauan dan manajemen yang tepat. Pemantauan tinggi muka air tanah berbasis teknologi IoT menjadi langkah inovatif untuk mengetahui kondisi air tanah yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan, perlindungan, dan konservasi tanah gambut.

Pengertian Air Tanah

Sebagai salah satu kebutuhan fundamental bagi banyak makhluk hidup tanpa terkecuali keberadaan sumber daya air memiliki peran yang sangat penting.  Air tanah memiliki beberapa tafsir dan pengertian. Jika ditafsirkan dari kacamata hukum, ketentuan mengenai air tanah terdapat pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Sumber Daya Air. Berdasarkan undang-undang tersebut air tanah adalah air yang terdapat di dalam lapisan di bawah tanah.

Di sisi lain, air tanah juga didefinisikan sebagai air yang menempati rongga-rongga dalam lapisan geologi. Lapisan tanah yang terletak di bawah permukaan tanah dinamakan juga sebagai lajur jenuh (saturated zone) dengan lajur tidak jenuh yang berada di atas lajur jenuh sampai ke permukaan tanah, dengan rongga-ronggnaya yang berisi udara dan air.

Selain itu, air tanah juga memiliki beberapa jenis. Berdasarkan sumbernya, air tanah terbagi menjadi air tanah freatik, air tanah artesis, air tanah meteorit, air tanah baru (juvenil), dan air konat.

Air Tanah dan Ekosistem Tanah Gambut

Meskipun secara global keberadaannya hanya mencakup kurang lebih 3% dari total luas permukaan bumi, keberadaan gambut memiliki peran yang vital bagi lingkungan bahkan iklim. Tanah gambut adalah lapisan tanah yang terdiri dari materi organik yang berasal dari tumbuhan.

Dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2024 Tentang Penugasan Pelaksanaan Kegiatan Restorasi Gambut, definisi gambut atau tanah gambut adalah material organik yang terbentuk secara alami dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 cm atau lebih dan terakumulasi pada rawa.

Kondisi air tanah erat kaitannya dengan bagaimana ekosistem tanah gambut berada pada kondisi yang baik. Tanah gambut menyimpan banyak manfaat yang sangat berperan besar bagi lingkungan sekitar dan bahkan lingkungan global. 

Meskipun dari segi kesuburan tergolong rendah dan minim dengan unsur hara, tanah gambut memiliki keunikan dan keunggulan seperti:

1. Menyerap dan Menyimpan Air Dalam Jumlah Besar

Tanah gambut memiliki ciri fisik yang sangat unik. Hal ini juga tidak lepas dari proses pembentukan gambut yang dipengaruhi oleh berbagai jenis material organik. Tanah gambut memiliki daya serap yang sangat tinggi. Jika tanah mineral hanya mampu menyerap 20% – 30%, tanah gambut mampu menyerap dan menyalurkan air sebesar 100% – 1300% dari bobot keringnya.

2. Menyimpan Karbon

Selain memiliki daya serap dan menyimpan air dalam jumlah besar, tanah gambut juga menjadi ruang penyimpanan karbon dunia. Tanah gambut bahkan mampu menyimpan 18% – 60% dari total bobot keringnya.

3. Kaya Dengan Keanekaragaman Hayati

Hutan maupun rawa gambut juga menjadi rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna endemik. Keberadaan ekosistem gambut di Indonesia sendiri juga menjadi rumah bagi orang utan hingga macan dahan.

Dengan memahami manfaat maupun beberapa keunggulan yang dimiliki oleh gambut di atas, maka menjadi penting juga untuk dipahami bahwa terdapat tanggungjawab bersama dalam menjaga tanah gambut tidak kering. Hal ini sesuai dengan sifat alami gambut sebagai lahan yang bahas sesuai dengan karakter maupun peran gambut yang tidak hanya menyimpan karbon dalam jumlah besar. Namun gambut juga menjadi tempat untuk menyimpan dan menyalurkan air secara alami.

Kondisi air tanah gambut menjadi satu parameter untuk menilai tingkat degradasi gambut. Daya serap gambut memang sangat besar melampaui bobot keringnya hingga lebih dari 100%. Namun, jika tanah gambut sampai kering maka akan sulit untuk memiliki daya serap tinggi dan basah kembali. Air tanah gambut yang terlampau kering dan melebihi ambang batas justru berpotensi untuk membuat bahan organik yang terkandung di dalamnya rentan terbakar. Saat terjadi kebakaran maka justru karbon dalam jumlah besar yang tersimpan di dalam tanah gambut berpotensi untuk terlepas ke atmosfer dan memperburuk perubahan iklim.

Pentingnya Pemantauan Kondisi Air Tanah Gambut

Perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut membutuhkan upaya yang didukung oleh pendekatan, kajian, serta inovasi pemantauan lingkungan yang tepat. Terlebih lagi jika mengingat pemanfaatan gambut untuk kebutuhan perkebunan skala besar. Salah satu jenis pemanfaatan gambut adalah untuk perkebunan sawit yang di antaranya tersebar di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Operasional pada industri perkebunan dalam skala besar yang memanfaatkan tanah gambut berpotensi untuk menjadi pemicu degradasi gambut jika tidak memperhatikan beberapa aspek. Misalnya saja terkait pembuatan drainase untuk kebutuhan irigasi di area kebun. 

Kebutuhan irigasi yang tinggi untuk area perkebunan yang luas di atas lahan gambut membutuhkan kesadaran dan tanggungjawab yang baik dalam hal mitigasi risiko. Dalam jangka panjang, adanya irigasi pada lahan gambut untuk berbagai aktivitas operasional kebun tersebut berpotensi untuk menurunkan tinggi muka air tanah.

Pemantauan tinggi muka air tanah gambut sangat diperlukan untuk mendukung upaya konservasi, restorasi, dan memperkuat sistem peringatan dini kebakaran. Informasi terkait tinggi muka air tanah yang akurat melalui penggunaan sensor IoT sangat bermanfaat untuk dasar pertimbangan dalam menentukan kebijakan atau pengambilan keputusan yang tepat berbasis data.

Sumber: 

https://jdih.kehutanan.go.id/new2/home/open_indonesia_file/PERMEN%20LHK_4_2024.pdf

https://pantaugambut.id/pelajari/karakteristik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *