Alat Ukur TMAT (Tinggi Muka Air Tanah)

Lahan Gambut
sumber: sulteng.antaranews.com

Sebagian besar kebakaran di lahan gambut terjadi pada saat tinggi muka air tanah berada pada kedalaman 30 hingga 39 sentimeter di bawah permukaan gambut. Oleh karena itu, gambut terdegradasi harus selalu dipertahankan dalam kondisi basah dengan tinggi muka air kurang dari 20 cm di bawah permukaan.

kebakaran mulai terjadi pada saat tinggi muka air tanah berada 20 sentimeter di bawah permukaan gambut. Bahkan, lebih dari 100 titik panas terdeteksi pada saat tinggi muka air tanah mencapai 40 cm di bawah permukaan gambut.

Pengertian Lahan Gambut

Lahan gambut merupakan penyerap karbon jangka panjang yang penting secara global. Namun terdapat kekhawatiran bahwa peningkatan dekomposisi gambut dan tekanan kelembaban. Lumut akibat kekeringan yang disebabkan oleh perubahan iklim akan mengurangi produktivitas lumut. Sehingga ekosistem ini rentan terhadap kehilangan karbon dan degradasi jangka panjang yang terkait.

Tahan terhadap tekanan lumut akibat kekeringan musim panas karena umpan balik ekohidrologi negatif yang umumnya mempertahankan permukaan gambut yang basah, tetapi umpan balik tersebut mungkin bergantung pada kedalaman gambut.

Ancaman Gambut Saat Musim Kemarau

Ancaman di lahan gambut yang paling sering terjadi adalah alih fungsi lahan yang dilakukan dengan cara penebangan, pengeringan, dan pembakaran. Kegiatan-kegiatan tersebut akan menyebabkan degradasi sehingga melepaskan emisi karbon ke udara.

Pengeringan

Area gambut yang sudah terbuka biasanya dikeringkan dengan cara membuat kanal atau saluran air yang membuat lahan menjadi kering dan siap untuk ditanami tanaman monokultur seperti kelapa sawit maupun akasia.

Kebakaran Lahan

Kebakaran lahan gambut dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik karakteristik gambut maupun iklim, yang meliputi kadar air, tingkat dekomposisi, tinggi muka air, maupun curah hujan. Semakin tinggi kadar air gambut semakin rendah laju pembakaran. Tinggi muka air akan mempengaruhi kadar air gambut, sementara curah hujan mempengaruhi tinggi muka air.

Pelepasan Emisi Karbon ke Udara

Konversi gambut menjadi perkebunan komoditas vegetasi monokultur, seperti kelapa sawit dan akasia, mengakibatkan terlepasnya emisi karbon di dalam gambut serta berkurangnya biomassa di atas gambut.

Selama periode 1985-2000 sebanyak 20% atau rata-rata sebesar 1,3% per tahun hutan gambut alam ditebang dan/atau dikonversi untuk penggunaan lain seperti konsesi tanaman industri dan kelapa sawit sebesar 47.932 km² atau seluas 6190 kali luas lapangan sepak bola. 

Kapan Lahan Gambut dikatakan Aman?

Secara umum, jarak ideal antara permukaan gambut dan tinggi muka air adalah 25- 40 cm. Dengan jarak air dari muka gambut yang telah ditentukan tersebut maka kondisi akan menyebabkan gambut sulit terbakar.

Pemanfaatan Alat Ukur TMAT Untuk Monitoring

Perangkat Alat Ukur TMAT (Tinggi Muka Air Tanah) sebagai sistem pemantauan secara otomatis, akurat, dan real-time untuk mendukung penuh perlindungan lahan gambut. Dengan sensor presisi tinggi pengambilan data di medan gambut dapat tersajikannya secara instan ke dashboard manajemen.

sumber:

https://tmat.co.id/alat-ukur-tinggi-muka-air-tanah

https://pantaugambut.id/peta-gambut/ancaman#apa-saja-ancaman-yang-ada-di-atas-lahan-gambut-slide-2

https://www.kompas.id/artikel/menjaga-kondisi-basah-lahan-gambut-mutlak-diperlukan-untuk-cegah-kebakaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *