Alat Ukur TMAT (Tinggi Muka Air Tanah)

Sumber: kompas.id

Ekosistem gambut menjadi salah satu potensi sumber daya alam yang melimpah dengan keanekaragaman hayati. Pemanasan global disebut juga sebagai suatu proses kenaikan temperature di bumi, dimana efek dari pemanasan global ini yaitu perubahan iklim dengan ditandai adanya perubahan suhu dan curah hujan.

Salah satu dampak dari hal tersebut adalah terjadinya kebakaran khususnya pada musim kemarau. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukannya pengelolaan ekosistem sebagai upaya untuk mitigasi perubahan iklim dan mempertahankan area yang masih alami.

Pengertian Lahan Gambut

Lahan Gambut adalah lahan yang terdiri dari sisa-sisa tanaman yang membusuk dan tegenang oleh air. Proses pembusukan yang lambat menghasilkan lapisan tebal bahan organik yang disebut peat. Lapisan ini menyimpan karbon dalam jumlah besar, sehingga berperan sebagai carbon sink alami yang membantu mengurangi emisi greenhouse gas.

Karakteristik Gambut

Lahan gambut disebut sebagai ekosistem lahan basah, hal ini karena proses pembentukannya dimulai dari endapan bahan organik. Seperti reruntuhan vegetasi diatas tanah yang terus menumpuk dalam jangka waktu yang panjang sampai ribuan tahun. Akumulasi dari terbentuknya disebabkan laju dekomposisi lebih lambat dari laju tumpukan bahan organik yang tertimbun di bawah tanah hutan yang tergolong basah.

Terbentuknya terjadi setelah mengalami beragam tahap-tahap proses ingkungan, pembentukan gambut yang beragam membuat ekosistim gambut mempunyai kondisi kelokalan sendiri. Sehingga perlu pengelolaan yang sesuai dimasing -masing daerah berdasarkan aspek kelokalan dan ciri khasnya.

Peran dan Fungsi

Berfungsi sebagai penjaga perubahan iklim global. Lahan gambut jika telah mengalami kerusakan, maka sulit untuk dikembalikan ke kondisi seperti semula. Sehingga untuk menanggulanginya perlu adanya pengelolaan secara baik.

Ekosistem gambut mempunyai keberagaman fisik, kimia, biologi dan sangat sensitif serta rapuh terhadap perubahan iklim. Sehingga pengembangannya baik sebagai fungsi lindung maupun budidaya perlu terus diperbaharui.

Ekosistem gambut mempunyai jasa pelayan lingkungan pencegah banjir, kekeringan dan pencemaran. Disamping menghasilkan berbagai produk atau hasil tanaman, ternak, ikan yang menjadi pangan (food), pakan (feed), papan (fiber), dan obat-obatan.

Persebaran Lahan Gambut di Indonesia

Indonesia memiliki gambut kurang lebih 15,5 – 18,5 juta hektar yang terdapat di 3 pulau besarnya yaitu pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua. Kalimantan menjadi pulau dengan sebaran mencapai 9,75 juta ha atau 52% dari total sebaran lahan gambut yang ada di Indonesia. Dari 9,75 juta gambut yang ada di pulau Kalimantan, Kalimantan Selatan memiliki 1,48 juta ha atau 15,% sebaran lahan di pulau Kalimantan dan 8% luasan sebaran gambut Indonesi.

Konservasi dan Pengelolaan Lahan Gambut

pengelolaan ekosistem lahan gambut sebagai upaya untuk mitigasi perubahan iklim dan mempertahankan area gambut yang masih alami. Pengelolaan tersebut salah satunya yaitu melalui konservasi. Konservasi ini sifatnya eksploitatif yang mempunyai tujuan untuk mempertahankan dan memperbaiki ekosistem.

Bencana kebakaran lahan yang sering terjadi, baik pembakaran yang terjadi karena disengaja ataupun tidak disengaja, membuat lahan ikut terbakar sehingga lapisan gambut menjadi semakin tipis. Bila penipisan lapisan terjadi pada lapisan substratum yang eksistingnya adalah lapisan mineral dan pasir kwarsa, tentunya yang akan terjadi setelah penipisan tersebu adalah berdampak kepada menurun drastisnya kesubutan tanah.

Mitigasi Perubahan Iklim

  1. Adaptasi perubahan iklim melalui peningkatan ketahanan ekosistem gambut dari dampak perubahan iklim pada ekosistem gambut dengan fungsi budidaya.
  2. Pemeliharaan dan pencadangan ekosistem gambut sebagai pengendali dampak perubahan iklim.
  3. Pengembangan kebijakan pemanfaatan ekosistem gambut berkelanjutan.
  4. Melakukan upaya peningkatan pemanfaatan fungsi ekosistem gambut dengan pemilihan jenis-jenis tanaman asli dan produk turunannya di ekosistem gambut.
  5. Partisipasi masyarakat dalam program kegiatan pengelolaan lahan gambut terhadap sifat kearifan lokal

sumber:

https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/psa/article/view/4459/3325

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *